Gambaran Faktor Penyebab Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tenateke Sumba Barat Daya Tahun 2025

Authors

  • Klemens Nikander Dapa Ghuda Universitas Nusa Cendana
  • Yendris K. Syamruth Universitas Nusa Cendana
  • Sigit Purnawan Universitas Nusa Cendana
  • Imelda F.E. Manurung Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.31004/koloni.v5i2.1000

Keywords:

Pulmonary TB, Ventilation, Floor Type, Occupancy Density, Livestock Pens

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium Tuberculosis, this bacteria usually attacks the lungs, but TB bacteria can also attack any part of the body such as the spine and brain. This study aims to describe the causes of pulmonary TB such as ventilation, floor type, temperature, humidity, residential density, contact history, ownership and location of livestock pens, and smoking habits. This type of research is descriptive research, namely a research method carried out with the main objective of creating a more objective picture of a situation with a cross-sectional approach. The sample in this study was selected using total sampling with a total sample of 34 pulmonary TB sufferers. Data were collected through interviews using questionnaires and observations of the physical condition of the sample houses and analysis was carried out univariately. The results showed that ventilation, floor type, temperature, humidity, contact history, ownership and location of livestock pens had a percentage above fifty percent that met health requirements, while for residential density and smoking habits had a percentage above fifty percent that did not meet health requirements. This study concluded that ventilation, floor type, temperature, humidity, contact history, ownership and location of livestock pens were in the good category, while residential density and smoking habits were in the bad category.

References

Adinda, M. P., Thohari, I., & Sari, E. (2022). Kondisi fisik rumah mempengaruhi kejadian penyakit tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Krian Sidoarjo tahun 2021. GEMA Lingkungan Kesehatan, 20(1), 21–29.

Ananda, P. F., & Rita, E. (2021). Karakteristik skrining yang berhubungan dengan kejadian tuberculosis paru pada anak. Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practices, 4(2).

Ayu, C. K., Wardani, H. E., Alma, L. R., & Gayatri, R. W. (2023). Analisis faktor risiko tuberkulosis berdasarkan sistem informasi tuberkulosis di Kabupaten Malang tahun 2020–2021. Sport Science and Health, 5(4), 447–463.

Avy, A. H., Hutami, B. P., Alfalah, M. Z., & Febriyanti, S. (2024). Faktor risiko kejadian tuberkulosis paru di berbagai wilayah Indonesia. Indonesia Journal Chest, 11(1), 61–67.

Darmawan. (2022). Gambaran sanitasi lingkungan terhadap kejadian TB paru di Kelurahan Pisangan Timur. Jurnal Nurse, 5(1), 115–122.

Dawile, G., Sondakh, R. C., & Maramis, F. R. R. (2015). Hubungan antara kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Tobelo Kabupaten Halmahera Utara.

Derny, V., Murwanto, B., & Helmy, H. (2023). Hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Bukit Kemuning tahun 2022. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(1), 24.

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2023). Jumlah kasus penyakit menurut kabupaten/kota dan jenis penyakit (jiwa), 2023. Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hidayat, R., Agus, A. I., Batara, A. S., Nasrullah, & Hisyam, M. (2024). Analisis faktor penyebab terjadinya peningkatan kasus tuberkulosis. An Idea Health Journal, 4(2), 144–152.

Ibrahim, H. S. (2012). Kesehatan fisik pada lansia yang merokok di Gampong Piyeung Mon Ara Aceh Besar.

Katiandagho, D., et al. (2018). Hubungan merokok dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Tatelu, Kecamatan Dimembe.

Kenedyanti, E., & Sulistyorini, L. (2017). Analisis Mycobacterium tuberculosis dan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Jurnal Berkala Epidemiologi, 5(2), 152–162.

Lestari Muslimah, D. D. (2019). Keadaan lingkungan fisik dan dampaknya pada keberadaan Mycobacterium tuberculosis: Studi di wilayah kerja Puskesmas Perak Timur Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 26.

Masriadi. (2017). Epidemiologi penyakit menular. PT RajaGrafindo Persada.

Mathofani, P. E., & Febriyanti, R. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit tuberkulosis (TB) paru di wilayah kerja Puskesmas Serang Kota tahun 2019. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12, 1–10.

Miharti, I. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pamenang tahun 2021. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 1(3), 301–308.

Monintja, N., Warouw, F., & Pandelaki, O. R. (2020). Hubungan antara keadaan fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1, 94–100.

Muhammad, A. J. (2020). Hubungan antara kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Unnes Journal of Public Health, 2(1), 1–6.

Nisaa, D. R., & Rosyadi, R. J. F. (2025). Gambaran karakteristik anak penderita tuberkulosis paru usia 6 bulan–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Babakan. Indonesian Journal of Health Science, 5(4), 895–904.

Nuraini, A. (2015). Hubungan karakteristik lingkungan fisik rumah dan perilaku dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Bobotsari Kabupaten Purbalingga. Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal), 3(1), 482–491.

Oktavia Surakhmi, et al. (2016). Analisis faktor risiko kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kertapati, Palembang.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1077/MENKES/PER/V/2011 tentang Pedoman Penyehatan Udara Dalam Ruang Rumah. (2011).

Pralambang, S. D., & Setiawan, S. (2021). Faktor risiko kejadian tuberkulosis di Indonesia. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan, 2(1), Article 5.

Prayetno, S., & Yusmiati. (2025). Gambaran kondisi fisik rumah dan hubungannya dengan risiko penularan TBC di Kelurahan Kandang Mas Kota Bengkulu tahun 2024. Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 25(2), 271–277.

Prihartanti, D., & Subagyo, A. (2016). Hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Mirit Kabupaten Kebumen. Buletin Keslingmas, 36(4), 386–392.

Ralfiansha, M., Afifah, A. N., Akaputra, R., & Farsida. (2023). Gambaran faktor-faktor tuberkulosis paru pada lansia di wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Pisangan, Ciputat Timur periode Januari 2022–Oktober 2023. Prosiding Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ.

Rita, E., & Qibtiyah, M. S. (2020). Hubungan kontak penderita tuberkulosis terhadap kejadian tuberkulosis paru pada anak. Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice, 3(1).

Romadhan, S. S., Haidah, N., & Hermiyanti, P. (2019). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Babana Kabupaten Mamuju Tengah. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2).

Simorangkir, L., Ginting, F., Rupang, E. R., & Sinaga, S. P. (2022). Gambaran faktor penyebab multidrug-resistant tuberculosis di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2022. Elisabeth Health Journal: Jurnal Kesehatan, 7(1), 59–73.

Sudiantara, K., Wahyuni, N. P. S., & Harini, I. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kasus TB paru. Jurusan Keperawatan Poltekkes Denpasar.

Downloads

Published

29-06-2026

How to Cite

Ghuda, K. N. D., Syamruth, Y. K., Purnawan, S., & Manurung, I. F. (2026). Gambaran Faktor Penyebab Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tenateke Sumba Barat Daya Tahun 2025. KOLONI, 5(2), 1317–1326. https://doi.org/10.31004/koloni.v5i2.1000

Issue

Section

Articles