Hubungan Antara Perilaku Pelaksanaan 4M Plus dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Tatelu
DOI:
https://doi.org/10.31004/koloni.v5i3.1145Keywords:
Behavior, 4M Plus, Dengue Hemorrhagic FeverAbstract
Dengue fever is a disease caused by the dengue virus transmitted by the Aedes aegypti and Aedes albopictu mosquitoes. The incidence of dengue fever in Indonesia as of week 22 of 2022 was 45,387 cases, while deaths due to dengue fever reached 432 cases. The Ministry of Health reported that in Indonesia, cases of dengue hemorrhagic fever (DHF) reached 71,633 as of July 2020. According to data from the Minut Health Office (Dinkes), a total of 364 dengue fever cases were detected throughout 2024. The Tatelu Community Health Center (Puskesmas) is an area with a high dengue fever prevalence. In 2022, 27 cases were detected, increasing to 67 in 2023. In 2024, the number increased dramatically, reaching 110 cases between January and May 2024. This study aimed to analyze the relationship between the implementation of 4M Plus and the incidence of dengue fever at the Tatelu Community Health Center. The study used a quantitative method with an analytical observational study design, a cross-sectional study, and was conducted from February to March 2026. A sample of 71 people was selected based on inclusion and exclusion criteria using a purposive sampling technique. The Chi-square test yielded a p-value for the relationship between 4M Plus implementation and dengue fever incidence of 0.000. Based on this study, it can be concluded that there is a meaningful relationship between the implementation of 4M Plus and the incidence of DHF at the Tatelu Community Health Center.References
Handiny, F. dkk. (2020). Buku Ajar Pengendalian Vektor.
Hijroh, H., Bahar, H., & Ismail, C. (2017). Dengue And Severe Dengue. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unsyiah, 2.
Kabalu, U. I., Yuniastuti, T., & Subhi, M. (2023). Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Gribig Kota Malang. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(2), 368-377. (Online) https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/14425 diakses pada 20 Mei 2026
Kemenkes. (2021). Profil Kesehatan Indonesia.
Kemenkes. (2022). Kasus DBD Meningkat, Kemenkes Galakkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).
Mardianita, M., Wahyudi, A., & Murni, N. S. (2024). Gambaran Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 16(1). (Online)https://jurnal.unisa-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/1221 diakses pada 20 Mei 2026
Nasution,H.A. (2019). Hubungan Faktor Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Dengan Kejadian DBD Di Wilayah Kerja Puskesmas Plus Perbaungan Kabupsten Serdang Bedagai Tahun 2018.
Panungkelan, M. S., Pinontoan, O. R., & Sinolungan, J. S. (2024). Hubungan perilaku keluarga dalam pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian DBD di kecamatan Wanea. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(2), 2559-2566. (Online) https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/27676/19422 diakses pada 20 Mei 2026
Prasetyo, E., Wahyudi, A., & Murni, N. S. (2023). Analisis Faktor Determinan yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan. Jurnal'Aisyiyah Medika, 8(1). (Online) https://jurnal.unisa-palembang.ac.id/index.php/JAM/article/view/998 diakses pada 20 Mei 2026
Putri, K., Hardisman, H., & Nofita, E. (2020). Gambaran Perilaku Ibu Rumah Tangga Mengenai Upaya Pencegahan DBD. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 1(2).
Rahmawati, U., & Herdiani, F. (2019). Hubungan perilaku PSN plus dengan kejadian Demam Berdarah (DBD) di daerah wilayah puskesmas Basuki Rahmat kota Bengkulu. Journal of Nursing and Public Health, 7(2), 103-108. (Online) https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/904 diakses pada 20 Mei 2026
Santoso F. D.P., Joegijantoro R., & Wahyuni I. D. (2024). Faktor Resiko Kondisi Sanitasi Rumah, Keaktifan Kader Jumantik Dan Tingkat Kepadatan Rumah Terhadap Kejadian DBD Di Wilayah Kerja Puskesmas Arjowinangun Kota Malang. (Online) https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/32975 diakses pada 20 Mei 2026
Sutriyawan, A. (2021). Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pemberantasan sarang nyamuk. Journal of Nursing and Public Health, 9(2), 1-10. (Online) https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/1788 diakses pada 20 Mei 2026
Thresye, T., Affandi, P., Huda, N., Faisal, F., Yusuf, A., Karim, A., & Arifin, A. (2025). Sosialisasi Tentang Pentingnya Pencegahan Jentik Pada Fase Aquatik Dan 4M Plus Di Desa Pematang Panjang, Kec. Sungai Tabuk, Kab. Banjar. Besiru: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(7), 816-824. (Online) diakses pada 20 Mei 2026
Tompodung, V. D., Kandou, G. D., & Kalesaran, A. F. (2020). Hubungan antara Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Aedes aegypti dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Malalayang I Kecamatan Malalayang. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 9(5).
Trismayanti, N. K. N., Aryasih, I. G. A. M., Hadi, M. C., & Marwati, N. M. (2022). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar Tahun 2022. Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL), 12(2), 99-113. (Online) https://ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JKL/article/view/2249 diakses pada 20 Mei 2026
Wijayanti, S.P.M., Anandari, D., Maqfiroch, A.F.A., 2017. Pengukuran Ovitrap Index (OI) Sebagai Gambaran Kepadatan Nyamuk Di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) Kabupaten Banyumas. Kesmas Indonesia, 9(1), 56-63.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alfa Prisilia Maria Manua, Afnal Asrifuddin, Grace D. Kandou

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


