Perbedaan Penggunaan Tabung K2EDTA dan K3EDTA Terhadap Hasil Pemeriksaan Kadar Hemoglobin dan Jumlah Eritrosit pada Pasien Sebelum dan Sesudah Hemodialisis

Authors

  • Ananda Putri Purwanti Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda
  • Suci Indah Astuti Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda https://orcid.org/0009-0001-1242-7752
  • Siti Raudah Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda
  • Khoirul Anam Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda https://orcid.org/0000-0001-7676-2827

DOI:

https://doi.org/10.31004/koloni.v5i3.1175

Keywords:

K2EDTA, K3EDTA, hemoglobin, erythrocyte count, hemodialysis

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) patients undergoing hemodialysis are prone to anemia due to decreased erythropoietin production, making hemoglobin (Hb) level and erythrocyte count examinations important for monitoring patient condition. The accuracy of hematology results is influenced by pre-analytical factors, including the type of anticoagulant tube used, namely K2EDTA (dry spray) and K3EDTA (liquid). This study aimed to determine the difference in Hb level and erythrocyte count between K2EDTA and K3EDTA tubes in patients before and after hemodialysis at RSUD Kudungga, East Kutai. This quasi-experimental study used a pre-post test design involving 34 respondents selected through total sampling. Venous blood samples were collected before and after hemodialysis, placed into K2EDTA and K3EDTA tubes, and examined using a hematology analyzer. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Paired Samples t-Test. The results showed that mean Hb and erythrocyte count significantly increased after hemodialysis in both tube types (p < 0.001), presumably due to hemoconcentration from ultrafiltration. Comparison between tubes showed a significant difference before hemodialysis (p < 0.001) but no significant difference after hemodialysis (Hb p = 0.175; erythrocytes p = 0.463). It is concluded that K2EDTA and K3EDTA tubes produce relatively comparable results and both can be used for hematology examination in hemodialysis patients according to standard laboratory procedures.

Author Biographies

Ananda Putri Purwanti, Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Mahasiswa Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Jenjang Rekognisi Pembelajaran Lampau yang saat ini telah Berkerja di RSUD Kudungga Kutai Timur

Suci Indah Astuti, Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Dosen di Program Studi D-III Analis Kesehatan Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Siti Raudah, Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Dosen Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Khoirul Anam, Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Dosen Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

References

Adiatama, T. (2014). Diagnosis dan klasifikasi anemia pada penyakit ginjal kronik. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 1(3), 179–185.

Andraini, R., Putri, S., & Wijaya, K. (2025). Perbandingan hasil pemeriksaan jumlah eritrosit menggunakan K2EDTA dan K3EDTA. Jurnal Kesehatan Stikes Prima, 9(1), 1–8. https://doi.org/10.32524/jksp.v9i1.1822

Azira, N., Rahmawati, D., & Susanti, E. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian anemia pada pasien hemodialisis. Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah, 6(2), 88–96.

Bain, B. J. (2010). Blood cells: A practical guide (5th ed.). Hoboken, NJ: Wiley-Blackwell.

BPJS Kesehatan. (2023). Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2023. Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

Fu'ana, L., Rahayu, S., & Kurniawan, D. (2025). Perbandingan indeks eritrosit menggunakan tabung K3EDTA konvensional dan vacutainer. Jurnal Analis Kesehatan, 14(1), 22–29.

Gari, M. A. (2008). Effects of EDTA anticoagulants on hematological parameters. Clinical Laboratory Haematology, 30(2), 123–128.

GBD Chronic Kidney Disease Collaborators. (2025). Global, regional, and national burden of chronic kidney disease in adults, 1990–2023, and its attributable risk factors: A systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2023. The Lancet, 406(10515), 2461–2482.

Hartini, Y., Saputra, A., & Nur, F. (2025). Pengaruh waktu simpan sampel terhadap kadar hemoglobin. Jurnal Laboratorium Medik Nusantara, 3(1), 15–21.

Indira, V. R. (2025). Perbandingan penggunaan K2EDTA dan K3EDTA terhadap kadar hemoglobin pasien hemodialisis. Jurnal Teknologi Laboratorium Medik, 10(2), 55–63.

Karaboyas, A., Morgenstern, H., Pisoni, R. L., Zee, J., Vanholder, R., Jacobson, S. H., . . . Robinson, B. M. (2020). Low hemoglobin at hemodialysis initiation: An international study of anemia management and mortality in the early dialysis period. Clinical Kidney Journal, 13(3), 425–433. https://doi.org/10.1093/ckj/sfaa011

Lestari, D., Handayani, S., & Pratama, A. (2023). Pengaruh jenis antikoagulan terhadap hasil pemeriksaan hematologi. Jurnal Laboratorium Medik, 5(2), 45–52.

Lombu, R. (2019). Anemia pada pasien gagal ginjal kronik. Jurnal Kedokteran Klinik, 7(1), 21–27.

Nugraha, G. (2017). Panduan pemeriksaan laboratorium hematologi dasar. Jakarta: Trans Info Media.

Oktiyani, N., Kusuma, A., & Rahman, T. (2017). Perbedaan penggunaan K2EDTA dan K3EDTA terhadap indeks eritrosit. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa, 1(2), 60–66. https://doi.org/10.30602/jlk.v1i2.147

Pandit, A., Kolhar, S., & Patil, P. (2015). Survey on automatic RBC detection and counting. International Journal of Advanced Research in Electrical, Electronics and Instrumentation Engineering, 4(1), 128–131.

PERNEFRI. (2024). Report of Indonesian Renal Registry 2023/2024. Jakarta: Perhimpunan Nefrologi Indonesia.

Putri, A., & Afandi, M. (2022). Kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisis. Jurnal Keperawatan Indonesia, 10(1), 33–40.

Sandi, R., Utami, W., & Firmansyah, D. (2021). Profil hemoglobin pada pasien hemodialisis. Jurnal Medika, 8(2), 55–60.

Downloads

Published

31-08-2026

How to Cite

Purwanti, A. P., Astuti, S. I., Raudah, S., & Anam, K. (2026). Perbedaan Penggunaan Tabung K2EDTA dan K3EDTA Terhadap Hasil Pemeriksaan Kadar Hemoglobin dan Jumlah Eritrosit pada Pasien Sebelum dan Sesudah Hemodialisis. KOLONI, 5(3), 2281–2290. https://doi.org/10.31004/koloni.v5i3.1175