Hubungan antara Pengetahuan, Sikap Masyarakat, dan Peran Tenaga Kesehatan dengan Perilaku Pencegahan Rabies di Wilayah Kerja Puskesmas Tatelu Tahun 2026

Authors

  • Gloria Juvenisty Sendouw Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Bernabas Harold Ralph Kairupan Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Maureen Irinne Punuh Universitas Sam Ratulangi Manado

DOI:

https://doi.org/10.31004/koloni.v5i3.1190

Keywords:

rabies, knowledge, attitude, healthcare workers' role, preventive behavior

Abstract

Rabies remains a public health problem in Indonesia, including the working area of Tatelu Community Health Center. This study aimed to analyze the relationship between knowledge, community attitudes, and the role of healthcare workers with rabies prevention behavior in the working area of Tatelu Community Health Center in 2026. A quantitative study with an analytical observational cross-sectional design was conducted involving 98 respondents selected through stratified random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate analysis and the Chi-square test. The results showed that 90.8% of respondents had good knowledge, 53.1% had poor attitudes, 70.4% perceived the role of healthcare workers as adequate, and 83.7% demonstrated poor rabies prevention behavior. Significant relationships were found between knowledge and rabies prevention behavior (p=0.005) and between the role of healthcare workers and rabies prevention behavior (p=0.016), while no significant relationship was found between attitudes and rabies prevention behavior (p=0.056). The study concludes that knowledge and the role of healthcare workers are associated with rabies prevention behavior, while attitudes are not significantly associated with rabies prevention behavior among communities in the working area of Tatelu Community Health Center. Therefore, strengthening health education and promotion is essential to improve rabies prevention behavior.

Author Biographies

Bernabas Harold Ralph Kairupan, Universitas Sam Ratulangi Manado

Sebagai Dosen di Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat

Maureen Irinne Punuh, Universitas Sam Ratulangi Manado

Sebagai Dosen di Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat

References

Devira, D., Tyagita, T., & Mariani, H. (2023). Pengetahuan, sikap, dan praktik pemilik anjing terhadap penyakit rabies di Jawa Barat. Jurnal Sain Veteriner, 41(2), 144–156.

Fikri. (2024). Psikologi sosial. Yogyakarta: PT Penamuda Media.

Girsang, V. I., Telaumbanua, O., Sinaga, J., & Purba, I. E. (2023). Determinan vaksinasi rabies di Desa Tetehosi Kabupaten Nias. Ahmar Metastasis Health Journal, 2(4), 185–192.

Gumansalangi, D., Rumagit, S., & Adam, A. A. (2025). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan pencegahan rabies pada masyarakat Desa Rarange wilayah kerja Puskesmas Mangaran. Dharma Medika, 5(1), 24–29.

Hamid, A., Hamdin, & Attamimi, H. R. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan penyakit rabies di Kelurahan Bugis. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 4491–4499.

Karamoy, A. S., Kalesaran, A. F. C., & Mantjoro, E. M. (2023). Implementation of the One Health approach in controlling rabies in Minahasa Regency, Indonesia. International Journal of One Health, 9(1), 32–42.

Karimuna, S. R. (2025). Gambaran perilaku masyarakat terhadap gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat, 4(3), 310–315.

Kementerian Pertanian, Food and Agriculture Organization, World Animal Protection (2019) Masterplan Nasional Pemberantasan Rabies di Indonesia. Jakarta: Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Situation report penyakit potensial KLB dan wabah: Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, minggu ke-1 tahun 2026. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kumala, C. M., Susanti, Mildawati, R., Ginting, M. N. K., Meliana, Widodo, S. T. M., Sya'diah, Y., & Fatmawati, E. N. (2025). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Padang: Akiopedia Press.

Larasati, G. W. K. D. (2024). Zoonosis dari perspektif kesehatan masyarakat. Kota Solok: PT Mafy Media Literasi Indonesia.

Maryani, S., Maryuni, Sri, N., Simanjuntak, H., Fitria, R., Setianingsih, L. E., Rohmah, H. N. F., & Suliatiawati, Y. (2023). Perilaku dan softskill kesehatan (Cetakan ke-1). Padang: PT Global Eksekutif Teknologi.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

Pote, P. F., Telew, A. A., & Butarbutar, A. R. (2024). Hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat dengan tindakan pencegahan rabies di wilayah kerja Puskesmas Molompar. VitaMedica: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 2(2), 52–60.

Rachmawati, W. C. (2019). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Malang: Wineka Media.

Samsudrajat, A., Hariani, E., Hapsari, D. I., & Agustina. (2024). Analisis hubungan faktor determinan dengan tindakan pencegahan penyakit rabies di Sepauk. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 3(1), 119–129.

Soelaiman, D. A. (2019). Filsafat ilmu pengetahuan: Perspektif Barat dan Islam. Banda Aceh: Bandar Publishing.

Suryanda, S., & Rustati, N. (2024). Pengetahuan dan sikap masyarakat pada upaya pencegahan rabies dari kucing peliharaan di Kota Prabumulih. Cendekia Medika: Jurnal STIKES Al-Ma'arif Baturaja, 9(1), 25–33.

Widyanti, R. (2019). Perilaku organisasi (Teori dan konsep). Banjarmasin: Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB).

Downloads

Published

30-09-2026

How to Cite

Sendouw, G. J., Kairupan, B. H. R., & Punuh, M. I. (2026). Hubungan antara Pengetahuan, Sikap Masyarakat, dan Peran Tenaga Kesehatan dengan Perilaku Pencegahan Rabies di Wilayah Kerja Puskesmas Tatelu Tahun 2026. KOLONI, 5(3), 3642–3650. https://doi.org/10.31004/koloni.v5i3.1190