Pemanfaatan Situs Sejarah Lokal Tugu Pancakara Ngesthi Aruming Bawana Sebagai Sumber Belajar Kontekstual Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.31004/koloni.v5i2.870Keywords:
Pembelajaran IPAS, Sumber Belajar, Sejarah Lokal, Tugu Pancakara Ngesthi Aruming Bawana, Sekolah DasarAbstract
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat sekolah dasar acap kali terpusat pada buku teks, menjadikan pemahaman sejarah terasa abstrak bagi kognisi anak. Fenomena ini tercermin pada siswa kelas VI di SDN Jarangan II, yang mayoritas belum mampu mengidentifikasi dan merefleksikan peristiwa sejarah lokal secara akurat. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi Tugu Pancakara Ngesthi Aruming Bawana sebagai sumber belajar kontekstual, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pemahaman siswa. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi langsung dengan situs sejarah lokal mampu mentransformasi materi hafalan menjadi pengalaman visual dan emosional yang otentik. Pemanfaatan monumen ini terbukti secara signifikan mendongkrak antusiasme, keaktifan, dan pemahaman kognitif siswa mengenai rentetan sejarah lokal. Kesimpulannya, pengintegrasian lingkungan sekitar sebagai sumber belajar merupakan strategi pedagogis yang amat efektif untuk menjembatani teori dan realitas, sekaligus merawat memori kolektif dan nasionalisme pada peserta didik.
References
Ariani, N. A. H., et al. (2022). Buku Ajar Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Widina Bhakti Persada.
Lestari, R., et al. (2023). Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 8 (2), 78-90.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Hasan, S. H. (2012). Pendidikan Sejarah untuk Memperkuat Pendidikan Karakter. Paramita: Historical Studies Journal, 22(1), 81-95.
Hrp, N. A., Rambe, T., & Nasution, I. S. (2022). Peran Guru dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Belajar IPS Terpadu. Jurnal Pendidikan IPS, 10(2), 112-125.
Kurniawan, H. (2020). Menggali Potensi Sejarah Lokal sebagai Sumber Pembelajaran yang Bermakna. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 3(1), 45-58.
Lestari, A. W., Setiawan, B., & Haryanto. (2023). Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran IPAS di Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 7(1), 22-35.
Majid, A. (2019). Strategi Pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Pratama, R., & Hasanah, U. (2020). Urgensi Pendidikan Sejarah Lokal dalam Membangun Karakter Bangsa. Jurnal Nasional Kajian Sejarah, 5(2), 88-102.
Rahmawati, D. (2022). Teori Konstruktivisme Vygotsky dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan, 15(1), 60-75.
Suhelayanti, et al. (2023). Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Medan: Yayasan Kita Menulis.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Susanto, A. (2016). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Prenadamedia Group.
Wahyuni, S. (2019). Problematika Pembelajaran Sejarah di Sekolah Dasar dan Solusinya. Jurnal Kependidikan, 8(2), 150-165.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mukhamad Fatkhan, Onik Farida Ni’matullah, Endang Surjati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
