Integrasi Bahasa Ritual Pengobatan Wonge dalam Teknologi Kesehatan Digital untuk Peningkatan Pemanfaatan Puskesmas di Kecamatan Pulau Ternate

Authors

  • Supriadi Im ISDIK Kie Raha Maluku Utara
  • Sarmina Ati ISDIK Kie Raha Maluku Utara
  • Irma Ibrahim Akbid Cahwala Maluku Utara

DOI:

https://doi.org/10.31004/koloni.v5i2.962

Keywords:

wonge ritual language, tike sababu, digital health communication, local culture, public health center utilization.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa ritual pengobatan Wonge dalam membentuk kepercayaan dan perilaku masyarakat terhadap pemanfaatan layanan Puskesmas, mengkaji persepsi masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap pemanfaatan teknologi kesehatan digital berbasis budaya lokal, serta merumuskan bentuk integrasi bahasa ritual Wonge ke dalam komunikasi kesehatan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di wilayah kerja Puskesmas Hiri, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Wonge Ma’oti sebagai pelaksana ritual Wonge, masyarakat, pasien pengguna layanan Puskesmas, dan tenaga kesehatan, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa ritual Wonge masih dipertahankan dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat Pulau Hiri dan digunakan dalam proses tike sababu, yaitu pencarian penyebab penyakit yang memengaruhi kepercayaan serta keputusan pengobatan masyarakat. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa masyarakat dan tenaga kesehatan memiliki persepsi positif terhadap pemanfaatan teknologi kesehatan digital yang mengakomodasi bahasa dan budaya lokal. Selain itu, media komunikasi kesehatan yang tersedia belum memanfaatkan Bahasa Ternate secara optimal. Bentuk integrasi yang direkomendasikan meliputi penggunaan Bahasa Ternate dan unsur bahasa ritual Wonge dalam media edukasi kesehatan digital berbasis audio-visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi bahasa ritual Wonge dalam teknologi kesehatan digital berpotensi meningkatkan efektivitas komunikasi kesehatan dan pemanfaatan layanan Puskesmas serta menjadi dasar konseptual bagi pengembangan Ma’sou sebagai model komunikasi kesehatan digital berbasis budaya lokal masyarakat Ternate.

References

Ahmadinia, H., Eriksson-Backa, K., & Nikou, S. (2022). Health-seeking behaviours of immigrants, asylum seekers and refugees in Europe: a systematic review of peer-reviewed articles. Journal of Documentation, 78(7), 18-41. Diakses di https://www.emerald.com/jd/article/78/7/18/431917

Alodhayani, A. A., Hassounah, M. M., Qadri, F. R., Abouammoh, N. A., Ahmed, Z., & Aldahmash, A. M. (2021). Culture-specific observations in a Saudi Arabian digital home health care program: focus group discussions with patients and their caregivers. Journal of medical Internet research, 23(12), e26002. Diakses di https://www.jmir.org/2021/12/e26002/

Agustiningsih, I., & Wijayanti, E. (2025). Penggunaan Qr Code Dalam Akses Dan Pelayanan Kesehatan Guna Pencapaian Target Patient Safety; Literatur Review. Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan, 4(2), 99-118. Diakses di https://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/PIPK/article/view/456

Ashar, M. R., Kamariyah, S., & Pramudiana, I. D. (2025). Inovasi Pelayanan Publik di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Program Smart Health. Jurnal Niara, 17(3), 43-52. Diakses di https://journal.unilak.ac.id/index.php/nia/article/view/23292

Becker, M. H. (1974). The health belief model and personal health behavior. Health education monographs, 2, 324-473. Diakses di https://cir.nii.ac.jp/crid/1571698600460560768

Calundu, R. (2025). Efektivitas Pelayanan Puskesmas Terhadap Tingkat Pemahaman Hidup Sehat Masyarakat Pedesaan Di Sulawesi Selatan. Jurnal Tadbir Peradaban, 5(2), 153-163. Diakses di https://journal-stiehidayatullah.ac.id/tadbir/article/view/552

Dutta, M. J. (2021). Culture-centred approach to digital health communication: Sustaining health, addressing inequalities, transforming structures. Catalan Journal of Communication & Cultural Studies, 13(2), 311-319. Diakses di https://intellectdiscover.com/content/journals/10.1386/cjcs_00056_7

Faisal, H. (2026). KOMUNIKASI KESEHATAN DI PUSKESMAS SIMPANG EMPAT 1 KABUPATEN BANJAR. Manuntung: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 22-30. Diakses di https://batuahjurnal.my.id/index.php/mjik/article/view/104

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (Eds.). (2015). Health behavior: Theory, research, and practice. John Wiley & Sons.

Husen, B. H., Muhdar, K., Muhammad, S., & Im, S. (2024). Pengaruh ritual pengobatan terhadap intensitas pemanfaatan layanan kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(15), 799–803. Diakses di https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/10455

Im, S., Mirasa, Y. A., & Haryuni, S. (2025). Pengaruh eksistensi ritual pengobatan Wonge dalam pemanfaatan layanan kesehatan di Puskesmas Jambula Kota Ternate. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(1D), 273–278. Diakses di https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/11391

Nurbaya, Suyitno, I., Siswanto, W., & Pratiwi, W. (2020). Magical expression in the Wonge ritual of Ternate ethnic in North Maluku, Indonesia. Psychology and Education, 57(8), 1277–1289.

Rodiah, S., Budiono, A., & Rohman, A. S. (2018). Model diseminasi informasi komunikasi kesehatan masyarakat pedesaan di Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Kajian Komunikasi, 6(2), 175-190. Diakses di https://journals.unpad.ac.id/jkk/article/view/17771

Rosenstock, I. M. (1974). Historical origins of the health belief model. Health education monographs, 2(4), 328-335. Diakses di https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/109019817400200403

Spanhel, K., Balci, S., Feldhahn, F., Bengel, J., Baumeister, H., & Sander, L. B. (2021). Cultural adaptation of internet-and mobile-based interventions for mental disorders: a systematic review. NPJ digital medicine, 4(1), 128. Diakses di https://www.nature.com/articles/s41746-021-00498-1

Schiavo, R. (2013). Health communication: From theory to practice. John Wiley & Sons.

Wahyuni, Y., & Siswani, S. (2025). Strategi Komunikasi Kesehatan sebagai Upaya Membangun Partisipasi Publik dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Penjaringan Tahun 2025. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 15(4), 324-339. Diakses di https://ejournal.urindo.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/7326

Zulfikar, S. (2025). Smart Health Promotion: Era Globalisasi Dan Transformasi Digital. AMU Press, 1-243. Diakses di https://ejournal.amertamedia.co.id/index.php/press/article/view/575

Downloads

Published

28-06-2026

How to Cite

Im, S., Ati, S., & Ibrahim, I. (2026). Integrasi Bahasa Ritual Pengobatan Wonge dalam Teknologi Kesehatan Digital untuk Peningkatan Pemanfaatan Puskesmas di Kecamatan Pulau Ternate. KOLONI, 5(2), 649–668. https://doi.org/10.31004/koloni.v5i2.962

Issue

Section

Articles