Perbedaan Gaya Komunikasi Tenaga Kesehatan Terhadap Sikap Pengendalian Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Dalam Kabupaten Pesawaran

Authors

  • Hesti Wulandari Universitas Malahayati
  • Usastiawaty C.A.S. Isnainy Universitas Malahayati
  • Christin Angelina Febriani Universitas Malahayati

DOI:

https://doi.org/10.31004/koloni.v5i3.1273

Keywords:

communication style, assertive communication, hypertension, blood pressure control attitude, hypertensive patients

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi sebesar 30,8% di Indonesia. Di Kabupaten Pesawaran terdapat 103.814 penderita hipertensi, namun hanya 55,3% yang memperoleh pelayanan kesehatan, sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Kota Dalam terdapat 8.205 penderita hipertensi dan hanya 58,2% yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Rendahnya sikap pengendalian tekanan darah diduga dipengaruhi oleh gaya komunikasi tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh gaya komunikasi tenaga kesehatan terhadap sikap pengendalian tekanan darah pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kota Dalam Kabupaten Pesawaran Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment three-group pretest-posttest. Populasi berjumlah 8.205 penderita hipertensi dengan sampel 90 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu komunikasi pasif, agresif, dan asertif. Data dianalisis secara univariat, Mixed Repeated Measures ANOVA, dan uji lanjut Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan seluruh kelompok mengalami peningkatan skor sikap pengendalian tekanan darah: kelompok pasif dari 80,567 menjadi 95,133 (selisih 14,566), kelompok agresif dari 80,533 menjadi 104,100 (selisih 23,567), dan kelompok asertif dari 80,167 menjadi 121,300 (selisih 41,133). Hasil Between-Subjects Effects menunjukkan perbedaan yang bermakna antar kelompok (F=29,075; p=0,000), dan uji Bonferroni menunjukkan seluruh pasangan kelompok berbeda signifikan (pasif vs agresif p=0,033; pasif vs asertif p=0,000; agresif vs asertif p=0,000). Gaya komunikasi asertif merupakan pendekatan komunikasi yang paling efektif dalam meningkatkan sikap pengendalian tekanan darah pasien hipertensi. Tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Dalam disarankan menerapkan komunikasi asertif secara konsisten agar sikap pasien dalam pengendalian tekanan darah dapat meningkat.

References

Arisona, W. L., Loso, J., Sepadha, S. D., Johara, P., Sabela, H. A., Ayuningtyas, Maryam, S., & Hendik, W. (2025). Komunikasi Kesehatan.

Ayaturahmi, Mahmudah, R., & Tasalim, R. (2022). Hubungan Dukungan Keluarga dan Peran Perawat Terhadap Motivasi Pengendalian Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(4), 284-294. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v1i4.1102

Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran. (2025). Profil Kesehatan Kabupaten Pesawaran Tahun 2024.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2025). Profil Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2024.

Feneranda, I., Tambi, S., & Hurai, R. (2022). Theory of reasoned action: partisipasi mahasiswa dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Jurnal Ilmiah, 9(2), 185-193.

Hastono, S. P. (2021). Analisa Data pada Bidang Kesehatan. Raja Grafindo Persada.

Junaedi, F., & Gita, F. S. (2024). Komunikasi Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Profil Kesehatan Indonesia 2024.

Noorbaya, S., Johan, H. H., & Rahayu, S. (2020). Komunikasi Kesehatan.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.

Rahman, M. F., Yulianita, N., & Bandung, U. I. (2024). Gaya Komunikasi Kesehatan Apoteker di Media Sosial (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Akun Instagram @apoteker_rahmato). CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 4(3), 135-148. https://doi.org/10.53866/jimi.v4i3.594

Rosy, N. A., Kristiani, D. A., & Pd, M. (2025). Buku Ajar Komunikasi Kesehatan.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wafa, U., & Destiwati, R. (2024). Strategi Komunikasi Tenaga Kesehatan Melalui Program Promosi Kesehatan. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 5(2), 697-710.

World Health Organization. (2023). Noncommunicable Diseases. https://www.who.int

World Health Organization. (2025). Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

Zou, C., Deng, L., Luo, J., Dai, H., Zhang, Y., Guo, R., Luo, X., Yang, R., & Song, H. (2024). The impact of communication training on the clinical care of hypertension in general practice: a cluster randomized controlled trial in China. BMC Primary Care, 25, 1-9. https://doi.org/10.1186/s12875-024-02344-1

Downloads

Published

16-09-2026

How to Cite

Wulandari, H., Isnainy, U. C., & Febriani, C. A. (2026). Perbedaan Gaya Komunikasi Tenaga Kesehatan Terhadap Sikap Pengendalian Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Dalam Kabupaten Pesawaran. KOLONI, 5(3), 2545–2552. https://doi.org/10.31004/koloni.v5i3.1273