Karakteristik Anak Bawah Lima Tahun (Balita) yang Mengalami Stunting di Kelurahan Donan Kabupaten Cilacap Tahun 2019

Authors

  • Sujianti Sujianti Universitas Al-Irsyad Cilacap
  • Rusmini Rusmini Universitas Al-Irsyad Cilacap

DOI:

https://doi.org/10.31004/koloni.v2i2.140

Abstract

Stunting (short) is a linear growth disorder caused by malnutrition of chronic substance intake or chronic or recurrent infectious diseases as indicated by the Z-score of height according to age (TB / U) less than -2 standard deviation (SD). Stunting in infants has a factor that consists of the age of the child, birth weight, age group, gender, history of basic immunization, history of infectious diseases, history of exclusive breastfeeding and the first age of MP-ASI administration. Research Objective: To determine the characteristics of children under five who experience stunting in the Donan Village, Cilacap Regency. Research Method: The method used is descriptive with cross sectional approach. The sampling technique used was cluster random sampling with a number of 100 toddlers. The analysis in this study uses univariate analysis. Results: Based on the results of the study as many as 85% of stunting toddlers aged 24-59 months, 56% of stunting toddlers of male sex, 48% of stunting toddlers with sufficient birth weight (2500-400 grams), 100% of stunting toddlers get complete basic immunization , 78% of stunting toddlers get exclusive breastfeeding, 22% of stunting toddlers who have received MP-ASI <6 months, 100% of stunting toddlers have experienced infectious diseases (ARI and Diarrhea). Conclusion: characteristics of children under five who experience stunting are aged 24-59 months, male sex, adequate birth weight, complete basic immunization, exclusive breastfeeding, MP-ASI aged ≥6 months, and having experienced infectious diseases.

 Keywords: Toddler, Characteristics, Stunting

References

Anisa P. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 25-60 Bulan Di Kelurahan Kalibaru Depok Tahun2012. Depok: Universitas Indonesia. 2012. (diakses 1 februari 2019). Available from: http://lontar.ui.ac.id

Anugrahaeni, H. S. 2012. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-36 Bulan Di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati (Skripsi Universitas Diponegoro, Semarang). Diakses dari http://www.ejournal-s1.undip.ac.id

Aridiyah, Ninna Rohmawati., Mury Ririanty. 2015. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Pedesaan Dan Perkotaan. Jember. E-jurnal pustaka kesehatan

Boyle, M. A. & Roth, S. L. 2010. Personal Nutrition, Seventh Edition. Wadsworth Cengage Learning, USA

Depatermen Kesehatan Republik Indonesia, 2013, Laporan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013, Jakarta: Balitbangdes

Hendra A, Miko A dan Hadi A. kajian stunting pada anak balita ditinjau dari pemberian ASI Ekslusif, MP-ASI, Status imunisasi dan karakteristik keluarga di kota banda aceh. JKIN. November 2010: [diakses tanggal 28 januari 2019]. Avaible from: http://nasuwakes.org

Hidayat, Aziz A. 2011, Ilmu Keperawatan Anak, Salemba Medika, Jakarta.

IDAI, 2010. Indonesia Menyusui, BadanPenerbit IDAI, Indonesia.

KBBI. Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online]. Tersedia di kbbi.kemdikbud.go.id/entri/religius. Diakses 21 Februari 2019

Kementrian Kesehatan RI. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013.[Internet]: Status Gizi Anak Balita. Jakarta: Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan; 2013[Diakses Tanggal 1 Februari 2019]. Available From: http//www.depkes.go.id

Kementrian Kesehatan RI, 2017, Badan Pengembangan Dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Edisi 2017 Tentang Penilaian Status Gizi, Jakarta.

Kementrian Kesehatan RI, 2016, Buku Kesehatan Ibu dan Anak, Jakarta: Kementrian Kesehatan dan JICA (Japan International Cooperation Agency).

Lestari, W., Margawati, A., & Rahfiludin, M. Z. 2014. Faktor risiko stunting pada anak umur 6-24 bulan di kecamatan Penanggalan kota Subulussalam provinsi Aceh. Jurnal Gizi Indonesia.

Mitra, 2015, Permasalahan Anak Pendek (Stunting) dan Intervensi Untuk Mencegah Terjadinya Stunting (Suatu Kejadian Kepustakaan), Pekanbaru, Jurnal Kesehatan Komunitas LPPM STIKes Hang Tuah Pekanbaru.

Misnadiarly. 2014, Penyakit Infeksi Saluran Nafas Pneumonia pada Anak Balita, Orang Dewasa dan Usia Lanjut, Pustaka Obor, Jakarta.

Meilyasari, F. & Isnawati, M. 2013. Faktor risiko kejadian stunting pada balita 12 bulan di Desa Purwokerto Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Journal of nutrilion college. Diakses dari http://www.ejurnal-s1.undip.ac.id

Notoatmodjo, Soekidjo, 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.

Notoatmodjo, Soekidjo, 2016, Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.

Oktafia, Hani. Karakteristik Balita Yang Menderita Gizi Kurang. https://www.researchgate.net/publication/323733672

Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia no. 75 tahun 2013, Angka Kecukupan Gizi (AKG), Jakarta.

Prabowo, Yulianto. 2018. Presentase Stunting di Jateng di Atas Batas WHO. [diunduh 28 januari 2019 jam 22.29] Diakses dari: https://www.suaramerdeka.com.

Rahmad AH, Ampera M dan Hadi A, 2010, Kajian stunting pada anak balita ditinjau dari pemberian Asi ekslusif, MP-ASI, status imunisasi dan karakteristik keluarga di Kota Banda Aceh, Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Rahayu, A dan Khairiyati, L. 2014, Risiko Pendidikan Ibu terhadap Kejadian Stunting pada Anak 6-23 bulan, Jurnal Penel Gizi Makan, 37(2), 129-136.

Riskesdas. 2010. Berat Lahir Sebagai Faktor Dominan Terjadinya Stunting Pada Balita (12-59 Bulan) Di Sumatera [Internet]. Depok: Universitas Indonesia. 2012. [diakses 28 januari 2019]. Avaible from: http://lib.ui.ac.id.

Setiawan, Rizanda M., Masrul. 2018. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. Padang; Jurnal Kesehatan Andalas FK Unand.

Sandjojo, Eko Putro. 2017. Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting. Jakarta: Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Sugiyono. 2016. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.

Suiraoka l, Kusumajaya A dan Larasati N. Perbedaa Konsumsi Energi, Protein, Vitamin A, Dan Frekuensi Sakit Karena Infeksi Pada Anak Balita Status Gizi Pendek (Stunted) Dan Normal Di Wilayah Kerja Puskesmas Karangasem I. JIG. Februari 2011. Diakses tanggal 28 januari 2019. Available from: http://poltekkes-denpasar.ac.id/

UNICEF Indonesia. 2013, Ringkasan Kajian Gizi Ibu dan Anak. https: //www. unicef.org/indonesia/id/A6_-_B_Ringkasan_Kajian_Gizi.pdf DiaksesOktober 2013.

WHO (World Health Organization). 2014, WHA Global Nutrition Targets 2025: StuntingPolicyhttp://www.who.int/nutrition/topics/globaltargets_stunting_policybrief.pdf

Downloads

Published

30-06-2023

How to Cite

Sujianti, S., & Rusmini, R. (2023). Karakteristik Anak Bawah Lima Tahun (Balita) yang Mengalami Stunting di Kelurahan Donan Kabupaten Cilacap Tahun 2019. KOLONI, 2(2), 530–537. https://doi.org/10.31004/koloni.v2i2.140

Issue

Section

Articles