Faktor-faktor Penyebab Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tiris
DOI:
https://doi.org/10.31004/koloni.v4i1.692Abstract
Menurut WHO dan UNICEF, terdapat sekitar 2 milyar kasus diare di seluruh dunia setiap tahunnya dan 1,9 juta anak di bawah 5 tahun meninggal karena diare. Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, menunjukkan bahwa prevalensi diare pada balita sebesar 7,4%. Beberapa faktor penyebab kejadian diare adalah pengetahun ibu, pengolahan air minum dan kualitas jamban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, pengolahan air minum, dan kualitas jamban dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tiris. Desain penelitian ini adalah menggunakan metode cross sectional. Penelitian dilakukan pada 26 Juli – 5 Agustus 2024 dengan jumlah sampel 99 responden menggunakan teknik purposive sampling dan metode cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar cheklist. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tiris dengan nilai p value 0,000. Ada hubungan pengolahan air minum dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tiris dengan nilai p value 0,003. Ada hubungan kualitas jamban dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tiris dengan nilai p value 0,000. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi cerminan dalam rangka mengetahui penyakit diare dan penanganan diare pada balita, dan mengetahui manfaat pengolahan air minum dan kualitas jamban.
References
Apriyendi, F. (2020). Hubungan Pengolahan Air Minum dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Kualu Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2020. Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai.
Arsurya, Y., & Rini, E. A. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penanganan Diare dengan Kejadian Diare pada Balita di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(2), 452–456.
Bangun, H. A., Nababan, D., & Hestina. (2020). Hubungan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Durian Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Jurnal TEKESNOS, 2(1), 57–66.
Budiman, C. (2014). Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta : EGC.
Depkes RI. (2015). Kurikulum dan Modul Pelatihan untuk Pelatih (TOT) Fasilitator STBM.
Depkes RI. (2018). Pengolahan Air Minum.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2022.
Farida. (2016). Hubungan Pengetahuan tentang Diare dengan Sikap Ibu Balita dalam Penanganan Diare di Posyandu Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung. NurseLine Journal, 1(1).
Hastuty, M., & Utami, S. N. (2019). Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Diare pada Balita di Kelurahan Bangkinang Kota Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota Tahun 2017. Jurnal Doppier Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, 3(2), 32–37.
Hatta, H. (2020). Hubungan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif terhadap Kejadian Diare pada Balita di Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Jurnal Dunia Gizi, 3(1), 59–66.
Ifandi, S. (2017). Hubungan Penggunaan Jamban dan Sumber Air dengan Kejadian Diare pada Balita di Kecamatan Sindue. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(2), 38–44.
Irianty, H., Hayati, R., & Riza, Y. (2018). Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Diare pada Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 1–10.
Kemenkes RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2020.
Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021.
Kemenkes RI. (2023a). Hasil Utama SKI 2023.
Kemenkes RI. (2023b). Profil Kesehatan Indonesia 2022.
Kementerian RI. (2016). PMK RI No.39 Tahun 2016 Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.
Kementerian RI. (2017). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) Badang Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Maharendrani, R. (2017). Kualitas Fisik Jamban Keluarga dan Kejadian Diare di Desa Beran, Ngawi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 43–50.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Pambudi, I. (2022). Laporan Kinerja 2022 Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementrian Kesehatan.
Radhika, A. (2020). Hubungan Tindakan Cuci Tangan Pakai Sabun dengan Kejadian Diare pada Balita di RW XI Kelurahan Sidotopo. MTPH Journal, 4(1), 16–24.
WHO. (2018). Water, Sanitation, and Hygiene Strategy. https://www.unwater.org/about-un-water/members-and-partner/world-healthorganization-who diakses tanggal 2 Mei 2024
WHO. (2024). Diarrhoeal Disease. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease diakses tanggal 2 Mei 2024
WHO. (2024). Health and Well-Being. https://www.who.int/data/gho/data/major-themes/health-and-well-being diakses tanggal 2 Mei 2024
Yakobus, H. K., & Kantohe, I. (2023). Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ampana Barat Kecamatan Ampana Kota Kabupaten Tojo Una-Una. Jurnal Ilmiah Kesmas IJ (Indonesia Jaya), 23(1), 47–52.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Celsy Aura Syahfitri, Lira Mufti Azzahri Isnaeni, Devina Yuristin, Ade Dita Puteri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
