Analisis Pengaruh Kehalusan Fly Ash Sebagai Substitusi Semen Dalam Pembuatan Mortar Busa
DOI:
https://doi.org/10.31004/koloni.v5i3.1447Keywords:
foam mortar, Fly Ash, fineness, setting time, UCSAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat kehalusan Fly Ash sebagai substitusi sebagian semen terhadap waktu ikat (setting time) dan kuat tekan bebas (Unconfined Compressive Strength/UCS) mortar busa. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan mortar busa dengan Fly Ash dari salah satu PLTU di Sumatera Selatan. Fly Ash dipisahkan berdasarkan tingkat kehalusan menggunakan metode Filtering of Fly Ash Based on Fall Zone menjadi Zona 0, Zona 1, Zona 2, dan Zona 3, kemudian digunakan sebagai substitusi semen sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20%. Campuran dasar menggunakan semen PCC Conch 25,64 kg, air 14,9 kg, pasir Tanjung Raja 24,7 kg, dan foam Ligno. Pengujian meliputi flow, densitas basah, setting time, densitas kering, dan UCS umur 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan persentase Fly Ash cenderung memperpanjang waktu ikat, sedangkan peningkatan kehalusan cenderung mempercepat waktu ikat. Initial setting time berada pada 90–135 menit dan final setting time 150–210 menit. Kuat tekan menunjukkan pola optimum pada substitusi 15% untuk zona yang lebih halus. Nilai tertinggi diperoleh pada Zona 3 dengan substitusi 15%, yaitu 1.444 kPa. Densitas kering seluruh variasi berada di bawah 0,6 g/cm³ dan kuat tekan memenuhi minimum 800 kPa. Dengan demikian, tingkat kehalusan dan persentase substitusi Fly Ash perlu dipertimbangkan secara bersamaan dalam menentukan komposisi mortar busa.
References
ASTM International. (1997). ASTM C33/C33M-97: Standard Specification for Concrete Aggregates. West Conshohocken, PA: ASTM International.
ASTM International. (2019). ASTM C191-19: Standard Test Methods for Time of Setting of Hydraulic Cement by Vicat Needle. West Conshohocken, PA: ASTM International.
Azizah, R., Monaresta, V., & Yuhardi. (2018). Pengaruh Penggunaan Abu Terbang (Fly Ash) sebagai Bahan Tambah terhadap Kuat Tekan Mortar. Jurnal Inersia, 14(1), 28–34.
Badan Standardisasi Nasional. (2014). SNI 2460:2014: Spesifikasi Abu Terbang Batubara dan Pozolan Alam Mentah atau yang Telah Dikalsinasi untuk Digunakan dalam Beton. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional. (2015). SNI 2049:2015 Semen Portland. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Firdaus, Daud, R., & Yunus, I. (2019). The Effects of Fineness Level of Fly Ash and Accelerator on the Setting Time and the Compressive Strength of Geopolymer Mortar. Journal of Physics: Conference Series, 1376(1), 012008.
Hamada, H. M., & Hameed, A. A. (2020). Foamed Mortar: A Review on Properties and Applications.
Kearsley, E. P., & Wainwright, P. J. (2001). The Effect of High Fly Ash Content on the Compressive Strength of Foamed Concrete.
Prasetya, A. R. Analisis Pengaruh Variasi Proporsi Agregat Halus terhadap Sifat Mekanik Mortar Busa Fly Ash pada Pengaplikasian Bata Ringan.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan. (2021). Spesifikasi Khusus Interim Material Ringan Mortar Busa (SKh-1.7.21).
Susilowati, A., & Muhammad Satria. Pemanfaatan Fly Ash sebagai Substitusi Sebagian Semen pada Papan Serat Ringan.
Susilowati, A., & Nabhan, F. (2021). Pengaruh Variasi Faktor Air Semen terhadap Mortar Busa. Journal of Applied Civil and Environmental Engineering, 1(2), 9–15.
Tangpagasit, J., Cheerarot, R., Jaturapitakkul, C., & Kiattikomol, K. (2005). Packing Effect and Pozzolanic Reaction of Fly Ash in Mortar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Azzahra Dwi Lintang Sakina, Firdaus Firdaus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


